Banjir bandang

Warga dan TNI Mulai Bersihkan Rumah

Kompas.com - 16/10/2011, 17:48 WIB

DONGGALA, KOMPAS.com - Pascabanjir bandang yang menerjang tujuh desa di Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat sore lalu, hingga Minggu (16/10/2011) warga masih terus membersihkan reruntuhan rumah yang rusak akibat banjir. Warga juga berusaha menyelamatkan barang-baang yang masih bisa digunakan.

Pantauan di sejumlah desa di Kecamatan Banawa Selatan, menunjukkan, banyak rumah yang hanyut terbawa air dan hanya tinggal pondasi. Rumah-rumah yang terbawa air, bergeser menutupi jalan dan rumah warga lainnya.

Sejumlah sekolah pun terendam lumpur. Bahkan pasar yang terletak di Desa Mbuwu rusak dan nyaris tak ada kios yang tersisa. Kebun kakao, kopi, durian, rambutan, dan lainnya terendam lumpur. Sarana air bersih umumnya tak bisa digunakan, karena sudah bercampur lumpur dan pipa air banyak yang rusak.

Data yang dilansir Camat Banawa Selatan, Nawir Mansur, menyebutkan, rumah hanyut mencapai 44 unit, rusak berat 72 rumah, dan dan rusak ringan 200 rumah.

Belum ada rincian berapa rumah yang permanen, semi permanen, dan rumah terbuat dari kayu.

Maslia (57), warga Desa Mbuwu, mengaku rumahnya hingga kini belum bisa ditempati karena tertutup lumpur. Barang- barang seperti kursi, kasur, hingga peralatan dapur, umumnya rusak karena tertutup lumpur. Untuk sementara keluarga ini menumpang tidur di rumah tetangga yang kondisinya sedikit lebih bagus.

"Saya usahakan bisa bersih secepatnya agar bisa ditempati. Biar cuma tidur di lantai, yang penting sudah bisa tidur di rumah sendiri. Barang- barang juga masih saya pilih-pilih mana yang bisa dipakai, dan mana yang sudah harus dibuang karena tidak bisa digunakan lagi," ujar Maslia.

Untuk membantu warga membersihkan rumah, setidaknya 130 anggota TNI dari Korem 132 Tadulako diterjunkan ke lokasi. Komandan Korem 132 Tadulako, Kolonel Inf Muslimin Akib, mengatakan, untuk langkah awal, aparat TNI membantu pembersihan fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, jalan, dan lainnya. Setelah itu rumah-rumah warga.

"Rumah-rumah yang terseret dan menutup jalan atau rumah warga lain akan dibersihkan secepatnya. Untuk rumah warga, kami juga bantu membersihkan termasuk membuang barang-barang yang tidak mereka gunakan lagi. Kami siap membantu hingga kondisinya lebih bagus," kata Danrem.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau